Think Before You Speak or Do Something!

Standard

thinktwice_logo (1)

Tinggal bersama di dalam apartemen, hotel, compound atau jenis akomodasi lainnya merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari flight attendants. Karenanya satu sama lain harus saling menjaga diri dan pintar beradaptasi supaya bisa hidup nyaman dengan sesama kru.

Jam 2.00 pagi tadi gue susah tidur. Penyebabnya dua, gue lelah sehabis pulang terbang dengan kondisi badan kurang fit akibat flu, dan terdengar suara berisik orang-orang bernyanyi sambil genjrang-genjreng main gitar.

Obat flu yang gue minum sebenarnya berefek samping bikin mengantuk, tapi gangguan yang gue dengar dari kamar tetangga bikin gue tetap nggak bisa tidur. Gue pun melongok ke luar dan mencari tahu kamar nomor berapa yang berisik. Ternyata, kamar yang sebelumnya juga pernah gue tegur karena berisik di pagi buta.

Oke gue flashback dulu ke cerita sebelumnya. Beberapa waktu lalu, kira-kira seminggu sebelum hari ini, kamar yang sama memutar lagu-lagu dengan speaker. Volume maksimal dan pintu kamar dibuka sehingga musik terdengar sampai ke kamar di ujung koridor. Lagu-lagu yang diputar bervariasi, mulai dari yang slow sampai musik rock. Karena terganggu, gue memakai abaya (baju panjang) dan keluar kamar. Gue samperin itu kamar dan menemui seorang cowok di dalamnya sedang asik memilih-milih lagu berikutnya yang akan diputar dari hapenya.

Gue tegur dia dengan mengingatkan kalau ini udah jam 4 dini hari dan orang-orang di sekitar harus istirahat. Orangnya cengengesan, tapi masih mendinglah, setidaknya dia ngecilin volume suaranya jadi minimum dan gue pun menutup pintunya sampai nggak kedengeran lagi suara musiknya. Nyampe kamar pun gue bisa kembali tidur dengan damai.

Nah, semalam kejadian terulang lagi. Masih kamar yang sama, tapi kali ini bukan suara musik dari hape yang terdengar, melainkan suara beberapa orang bernyanyi sambil main gitar. Makin malam suaranya makin tinggi. Lagi-lagu yang dinyanyikan semuanya lagu Indonesia dan kebanyakan lagu Peterpan. Mending kalau suaranya bagus, ini udah mengganggu, bukannya berhenti malah makin menjadi.

Gue pun kembali ke kamar itu. Berhubung lagi flu dan sakit kepala, mungkin muka gue agak ga kontrol dikit. Taulah, muka Batak, jangankan lagi marah, lagi diem aja kata orang muka gue suka nyeremin. Meski begitu gue berusaha untuk ga marah, jadi gue ngomong dengan suara seadanya karena tenggorokan juga lagi sakit.

“Mas, tolonglah. Udah jam berapa ini? Kalau kalian nyanyi-nyanyi siang atau sore sih ga apa-apa, tapi ini udah malem, hampir pagi buta. Kecilin dong suaranya, orang mau tidur, ada yang sakit, ada yang mau belajar, jadi terganggu karena kalian berisik,” kata gue ke mereka.

Ada tiga orang di kamar itu, cowok semuanya. Ketiganya duduk di sofa di ruang tamu kamar tersebut. Ketiganya hanya melihat gue, yang satu antara acuh dan tak acuh sambil melihat hapenya, satu lagi nggak jelas tatapannya dan ekspresi wajahnya, antara bingung atau bertanya-tanya siapa gue dan dari kamar nomor berapa. Sementara yang satu lagi cukup berani untuk bicara dengan suara pelan namun tajam, “Iya, biasa aja, mbak. Jangan nyolot gitu. Kita biasa kok main-main gitar di sini,” katanya.

What the heck?!

“Ini udah tegoran kedua lho, Mas. Sebelumnya juga aku pernah negor pagi buta karena kamar ini berisik.”

“Yaudah biasa aja dong negornya. Jangan nyolot gitu,” katanya lagi sambil berusaha menutup pintu dengan sebelah tangannya yang nggak memegang gitar.

Gue bener-bener marah. Orang udah salah, ditegor, bukannya malu atau mikir, malah balik ngatain gue nyolot. Kalo lo ga mau minta maaf, it’s okay. Mungkin lo ngerasa lo senior atau banyak temen di sini. Ga mau minta maaf karena takut turun derajat, gue ga masalah. Yang penting lo nyadar lo salah, bukannya malah balik ngatain gue nyolot.

Idiot!

Wajarlah muka gue nyolot, gue sakit, baru balik terbang dan butuh istirahat. Tapi at least gue ga tereak-tereak di koridor buat ngeluapin amarah gue. Gue masih bisa kontrol suara gue supaya ga ganggu orang sekitar gue. Lo kira yang tinggal di gedung ini cuma lo doang?! Lo kira ini gedung punya lo apa gimana sih?! Kalo ga bisa beradaptasi dan ga mikirin orang di sekitar, tinggal aja di hutan sana!!

Berhubung gue masih marah tapi nyadar ga mau cari ribut, gue pun lapor ke leader batch gue untuk sampein gangguan ini ke grup leader lainnya. Jadi siapapun leader yang merasa ada anggotanya tinggal di kamar tersebut bisa langsung negor orangnya.

Pada dasarnya gue nggak mau cari ribut dan memang bukan tipe orang yang suka ribut. Tapi ini udah keterlaluan dan kalo gue ga tegor, mungkin akan terus terjadi karena orang-orang di kamar itu akan beranggapan ga ada yang keberatan.

Suara musik dan nyanyian mereka terdengar sampai ke lantai 2 di bawah. Terbukti kalau mereka udah mengganggu, bukan lagi menghibur. Seorang temen gue yang kebetulan kenal dengan mereka mencoba nyampein keberatan gue ini lewat pesan personal via LINE. And guess what one of them said to her? Katanya, tadinya mereka mau ngecilin suara musik mereka, tapi berhubung ada yang request lagu jadi ya terus nyanyi dan suaranya makin kencang.

OMG! Jam 2 pagi ada yang request lagu??!! Yang bener aja, emangnya mereka radio DJ apa gimana sih? Coba itung ada berapa kepala yang tinggal di lantai 3! Ada berapa yang request lagu, dan ada berapa yang ngerasa terganggu? Banyak yang ngerasa terganggu, tapi baru gue doang yang ngomong. Ehh, udah gitu gue dikatain nyolot! Pengen rasanya gue bilang begitu ke mereka, kalo ga inget nanti bukannya kelar malah memperpanjang urusan.

Untuk sementara ini, gue hanya bisa nenangin diri sambil berharap ga ada berisik-berisik lagi dari kamar itu. Kalo sampe berisik lagi, apalagi abis gue pulang terbang, dengan sangat terpaksa gue lapor ke pihak hotel supaya mereka ditegur. Terserah mereka masih mau tinggal di sini atau di padang gurun sekalian. Kalo nggak punya manner kayak gitu, jangan harap junior manapun mau respek sama mereka.

4 responses »

  1. ya ampuuun, masih ada juga ya orang tidak punya toleran seperti itu juga
    jadi keinget semasa kos pas masih kuliah dulu
    perlu kesabaran ekstra, kalo bener-bener udah gak kuat ya udah, pindah tempat tinggal aja😀

  2. tampar intan heheheh (komporin but just kidding) biar dia tau gimana gadis batak kalau diganggu😀 ehehhe.. btw smoga cpt sembuh tan!! emang org kayak gt harus dikerasins ekali2 biar gk melunjak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s