Yellow Book, The Golden Ticket to Middle East

Standard

Yellow Book 2

Jalan-jalan ke luar negeri adalah salah satu hal yang menarik hati banyak orang buat jadi flight attendant (FA). Tapi sebelum bisa keliling dunia, ada banyak lho hal yang harus dipersiapkan. Yang paling krusial adalah dokumen perjalanan seperti paspor, FA ID Card, FA Certificate, dan buku kuning yang dibutuhkan untuk dibawa dalam perjalanan ke beberapa negara tertentu.

Buku kuning? Apa tuh?

Yang dimaksud dengan buku kuning adalah International Certificate of Vaccination or Prophylaxis. Disebut buku kuning karena warnanya dan juga lebih mudah mengidentifikasinya daripada harus nyebut nama resminya itu, hehehe~

Buku kuning ini diberikan kepada orang-orang (kru, calon jemaah haji / umroh, dan traveler) yang akan bepergian ke sejumlah negara tertentu, biasanya ke negara-negara di Timur Tengah dan Afrika. Makanya nggak heran kalau FA yang akan ditugaskan terbang ke wilayah tersebut harus memiliki buku kuning. Untuk memiliki buku kuning tentu saja harus terlebih dulu disuntik vaksin sesuai dengan syarat yang diminta.

Berhubung gue nantinya akan berbasis di Jeddah, gue pun harus memiliki buku kuning ini. Bersama teman-teman sesama initial FA yang lain, tanggal 10 Mei lalu gue pergi ke Balai Kesehatan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kalo mau dateng ke sini, harus pagi-pagi banget karena bakalan rame antriannya bareng para calon jemaah dan juga kru dari maskapai penerbangan yang lain.

Di sinilah tempat suntik vaksin di area Bandara Internasional Soekarno - Hatta

Di sinilah tempat suntik vaksin di area Bandara Internasional Soekarno – Hatta

Untuk ke Balai Kesehatan ini, naik Bus Damri dari terminal terdekat. Setelah Terminal 2, akan terlihat kantor pos bandara. Turun di situ dan jalan lurus, Balai Kesehatan berada persis di belakangnya.

Begitu nyampe di Balai Kesehatan, segera ambil formulir pendaftaran dan diisi. Formulir yang udah diisi, bersama dengan fotokopi paspor dan selembar foto berwarna ukuran 4×6, nantinya harus dikumpulkan ke petugas di loket. Setelah dapat nomor antrian, gue dan temen-temen nunggu nggak jauh dari ruang penyuntikan vaksin. Jadi pas nomornya dipanggil nanti kita bisa denger dan nggak ketinggalan. Nyari tempat duduk yang deket dari tempat suntik itu penting lho karena di sini rame banget orang, jadi jangan sampe karena asiknya ngobrol (atau malah ketiduran) saat menunggu. Kalau sibuk sendiri nanti kita malah belakangan disuntik karena nomor antrian udah dipanggil dan kita nggak denger.

Orient Thai Airlines meminta semua FAnya untuk mendapat tiga suntikan vaksin, yaitu Meningitis, Yellow Fever, dan Influenza. Kalau suntiknya di rumah sakit, biasanya disarankan untuk disuntik secara bertahap selama dua hari, jadi nggak langsung tiga vaksin sekaligus. Tapi di Soekarno-Hatta, kita bisa dapet tiga suntikan vaksin sekaligus. Saat disuntik vaksin, kondisi badan harus fit dan sehat. Jangan takut kalau cuma flu dikit atau lagi haid, kita tetap bisa disuntik kok. Yang penting kondisi badan nggak lagi drop atau kekurangan darah aja biar efek suntik vaksinnya nanti nggak terlalu terasa.

Siapin ini sebelum disuntik vaksin ya :)

Siapin ini sebelum disuntik vaksin ya🙂

Yang harus disiapkan sebelum suntik vaksin: fotokopi paspor, selembar foto berwarna ukuran 4×6, uang suntik vaksin Rp 710.000 (*berlaku pada saat tulisan ini dibuat)

Tiap orang bisa ngalamin efek yang berbeda-beda. Temen-temen gue ada yang ngerasa mual, meriang, lemas, dan ngantuk berat setelah vaksin. Sementara gue baik-baik aja dan nggak ngerasa sakit sama sekali, hehehe~ I guess I was just healthy and lucky, soalnya biasanya gue takut sama jarum suntik, tapi pas hari itu gue ketawa-ketawa aja tuh.. malahan sempet foto-foto sama temen-temen abis disuntik. Ya, intinya sih jangan dibawa takut duluan biar ga jadi sakit beneran yah~

Bagi yang takut jarum suntik, baiknya sih pas lagi disuntik alihkan perhatian dengan nggak mandangin jarumnya. Atau ngobrol dengan teman atau petugas medis yang menyuntik kita. It was just like in a blink of an eye, ga kerasa sakit lho kalau kita nggak terlalu merhatiin proses penyuntikannya. Lagipula, suntik vaksin ini kan nggak sering-sering, hanya sesekali aja.

Vaksin yang udah disuntik ke badan kita baru bisa memproteksi setelah 30 hari. Untuk vaksin Meningitis, masa berlakunya selama dua tahun, vaksin Influenza setahun, dan yang paling lama adalah vaksin Yellow Fever yaitu selama sepuluh tahun! Jadi tenang aja, masih lama kok waktunya sampe kita ketemu jarum suntik lagi, hehehe~

My batchmate, Iki, lagi disuntik vaksin :)

My batchmate, Iki, lagi disuntik vaksin🙂

My batchmate, Mbak Indah, senyum meringis pas disuntik, hehehe~

My batchmate, Mbak Indah, senyum meringis pas disuntik, hehehe~

My batchmate, Nessia, ekspresi mukanya serius gitu pas disuntik, hihihi~

My batchmate, Nessia, ekspresi mukanya serius gitu pas disuntik, hihihi~

Save the best for the last! This is my batchmate, Dini. Ekspresi mukanya kocak banget, hehehe :D

Save the best for the last! This is my batchmate, Dini. Ekspresi mukanya kocak banget, hehehe😀

So, are you ready to become a flight attendant now? If yes, be prepared for those vaccines then…

14 responses »

  1. Intan, hati2 loh itu kamu post data pribadi di passport lengkap sampai nomornya segala.. mendingan di-blur saja dulu lalu di post kembali… just reminding🙂

    • @Kania: thanks a lot, Kania! sebenernya itu paspor lama, aku baru aja perpanjang yang baru.. tapi emang ga boleh keliatan sih nomornya.. thanks banget udah diingetin.. udah aku blur tuh fotonya🙂

    • @Omnduut: iya, itu temenku emang ga takut jarum suntik makanya berani ngeliatin.. kalo aku sih ogah, hahaha~ mendingan mata kelayapan ke mana-mana biar ga kepikiran dan malah jadi sakit :p

  2. wah bakalan sering ketemu org Indonesia yg umroh dan haji dong. Peaknya pasti pas bulan puasa dan haji nanti.🙂

  3. You’re going to be base in Jeddah? Until when..? Mom wanna go Umrah next year and hopefully I can tag along. Mana tau kan, kalau Intan ada di Jeddah mungkin boleh bertemu kan?🙂

  4. Sampai di bandara kami lapor ke petugas bandara kalo sudah janjian vaksin meningitis, lalu diantar masuk (tetap melewati scan Xray) ke ruangan kecil di pojok dekat pintu keluar petugas. Lalu didalam kami diminta untuk melengkapi syarat2: 1. Form permintaan (diisi langsung disitu) 2. Fotokopi paspor 3. Foto 4×6 berwarna 1 lembar (70% muka dgn background putih) Kemudian diukur tensi dan diberi penjelasan oleh dokter. Ternyata vaksinnya ada 2 macam, di lengan kanan atas vaksin meningitis, di lengan kiri atas vaksin influenza (yang ternyata nggak wajib, tp petugasnya mungkin lupa gak bilang). Kemudian diberi penjelasan standar vaksin (kalo bengkak dikompres, kalo demam minum paracetamol) trus disuntik deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s