From Yoga to Feeding Silverleaf Monkeys

Standard

cover

Di hari ke-empat My Selangor Story, kami semua terbangun dari tidur nyenyak di atas kasur empuk ala surgawi di Golden Palm Tree. Saatnya mandi untuk menyegarkan tubuh dan sarapan untuk mengisi perut.

Eitss, tapi kami diminta untuk makan secukupnya saja sebab kami akan mencoba yoga bersama instruktur dari Golden Palm Tree.

4_3

Yoga? Wah! Seumur hidup saya belum pernah mencoba yoga. Kalau dari program di televisi yang saya lihat, yoga itu sepertinya mudah dan membuat rileks. Hmm, apakah saya akan tertidur saat sesi yoga nanti saking rileksnya? Hahahaha~

First time doing yoga (*dokumentasi Kus Andi)

First time doing yoga (*dokumentasi Kus Andi)

Ternyata dugaan saya salah besar! Yoga tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Instruktur yoga yang oleh para blogger cewek dipanggil dengan sebutan manja “Abang Roy” sangat lihai memeragakan beberapa pose, mulai dari baby pose, Buddha pose, dan beragam pose lainnya.

Sementara kami? Sejauh mata saya memandang, hanya Ericka, Hijrah, dan Ridha saja yang sukses menirukan pose-pose yang diinstruksikan oleh Bang Roy. Selebihnya kebanyakan terkapar di atas matras, termasuk saya, hehehe~

Usai yoga, badan kami terasa segar (bagi Ericka, Hijrah, dan Ridha ya sepertinya) dan pegal-pegal (bagi kebanyakan blogger My Selangor Story lainnya, hehehe). Kami diminta turun untuk beristirahat sejenak dan bersiap-siap untuk bersepeda siang bersama.

4_4

Berhubung saya nggak bisa mengendarai sepeda, saya pun memilih naik sepeda tandem bersama Ridha. Di tengah-tengah bersepeda, kami menyempatkan diri untuk sebentar-sebentar berhenti untuk memotret pemandangan di sekitar. Ternyata asik banget ya bersepeda itu! Jadi ingin belajar sepedaan lagi, deh~

4_5

4_6

Usai bersepeda bersama, kami memanfaatkan waktu yang tersisa untuk foto-foto. Hari menjelang siang, kami pun dijamu makan siang bersama di Sepoi-Sepoi Café.

Makan siangnya enak, ada nasi ayam, es kelapa muda, dan es krim sebagai hidangan penutup. Namun hati kami terasa berat, sebab setelah makan siang kami harus meninggalkan Golden Palm Tree untuk melanjutkan perjalanan kami. Aahh, seandainya bisa tinggal di sini lebih lama lagi🙂

Dari Golden Palm Tree, kami naik bus menuju ke Bukit Melawati. Di sana, kami akan melihat monyet-monyet yang jinak dan lucu. Sejak hari pertama diberikan itinerary dan melihat destinasi ini, saya sangat senang sebab saya memang menyukai hewan primata yang cerdas itu.

4_11

4_12

Setibanya di sana, kami menaiki tram untuk mendaki bukit tersebut. Area bukit sangat bersih dan terawat dengan baik. Huda menjelaskan bahwa monyet-monyet ini dulunya mencari dan makan ketam (kepiting) di sungai di bawah. Tapi sejak para wisatawan datang dan rajin memberi makan, monyet-monyet itu pun nggak makan ketam lagi.

“Sejak mereka berhenti makan ketam,” kata Huda, “ekor mereka jadi panjang. Dulu sering putus (atau menjadi pendek) karena dicapit ketam.”

Ohh, begitu ceritanya! Hahahaha, lucu juga ya😀

4_13

4_14

4_17

Karena rasa penasaran dan ingin dekat dengan monyet-monyet itu, saya pun membeli seikat kacang panjang pada seorang pedagang. Harga seikat kacang panjang RM1 (RP 3.300).

Sebenarnya saya bisa memberi makan beberapa monyet dengan modal seikat kacang itu, namun karena lengah, seekor monyet dengan gesitnya merebut kacang itu dari tangan saya!

Akhirnya saya pun membeli seikat kacang lagi. Kali ini saya lebih pintar dari sebelumnya. Saya hanya mengambil beberapa kacang panjang, sementara sisanya saya masukkan ke tas agar tak bisa direbut oleh monyet, hehehe~

Rasanya senang sekali melihat mereka makan dari tangan saya. Ihhh, gemasnya! Mereka lucu-lucu banget!

Seekor pedagang yang melihat saya begitu gemasnya dengan monyet-monyet itu pun datang menghampiri. Dia mengajari saya cara memberi makan monyet di atas bahu atau kepala saya. Hah, bisa begitu ya?

Saya pun menirukan cara pedagang tersebut. Saya memegang sebuah kacang panjang di atas kepala saya. Dan benar saja, seekor monyet langsung memanjat tubuh saya hingga akhirnya dia duduk di atas bahu saya dan melahap kacang di tangan saya!

Saya bersama monyet yang lucu dan jinak ^^ (*dokumentasi Kus) Andi)

Saya bersama monyet yang lucu dan jinak ^^ (*dokumentasi Kus Andi)

Saya cukup beruntung bisa berhasil member makan monyet dengan cara demikian. Banyak blogger My Selangor Story yang ternyata nggak berhasil melakukannya. Winny, blogger dari Kupang (tapi berangkat ke Malaysia dari Jakarta bersama saya) sudah mencoba hal yang sama.

“Tapi kacangnya nggak dimakan, malah rambutku yang ditarik-tarik monyetnya,” kata Winny.

Sementara Rika, blogger dari Jakarta, takut mencobanya. Hehehehe~

Selain bisa melihat monyet, di Bukit Melawati kita juga bisa melihat beberapa meriam lama, rumah api, kubu pertahanan, menara tinjau, kediaman pegawai daerah Kuala Selangor, dan Museum Sejarah Kuala Selangor. Sayangnya, museum tersebut tidak buka pada saat kami berkunjung karena hari itu Senin, sehingga museum ditutup.

4_15

4_16

Setelah senang bermain-main dengan monyet jenis silverleaf itu, kami pun harus beranjak dari sana untuk melanjutkan perjalanan. Ke mana lagi kami setelah ini? Baca di postingan blog berikutnya yaaa🙂

Travel Tips:

– Beli kacang panjang secukupnya saja. Bila cuma sebentar di Bukit Melawati, RM1 pun cukup, tapi bila memang ingin royal memberi makan monyet, belilah RM2 – RM3. Monyet-monyet pasti akan sangat senang🙂

– Hindari pakaian dengan belahan dada rendah, sebab monyet ternyata suka meraba-raba beberapa bagian tubuh yang tak terduga, hehehe~

– Jangan memberi makan monyet dengan makanan selain kacang panjang. Ini akan membuat pola makan mereka berubah.

– Berhati-hati bila ingin memotret anak monyet yang masih kecil dan berbulu emas. Jangan terlalu dekat bila tidak ingin dicakar induknya.

*Note:
Baca serunya pengalaman saya di My Selangor Story 2013 berikut ini ya🙂

1. Cerita – cerita hari ke-tiga:
“Amazed by Thaipusam Celebration at Batu Caves”

“Welcome to Heaven on Earth!”

2. Cerita-cerita di hari kedua:
“Exploring the Heritage of Klang”

“Visiting the Magnificent Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz”

“Big Surprise in Little India”

“A Splash of Fun in Sunway Lagoon”

“Enjoying the Night in KL”

3. Cerita perdana saya di My Selangor Story 2013 bisa dibaca di postingan blog berjudul “Dreams Come True in Selangor”

5 responses »

  1. Pingback: Good Food Brings Good Mood « dearmarintan's blog

  2. Pingback: Watching Fireflies in Kampung Kuantan « dearmarintan's blog

  3. aaahh no way bangett tuhh sama monyeet.. parnooo sayaa hahaha
    anyway yoga kalau pertama emang pegel semua, tapi it release pain in fact if you do it regularly!

  4. @Ericka: parno kenapa? mereka lucu banget lho! aku aja sampe kangen pengen balik ke sana buat ngasih makan😀

    Yoga emang bagus buat kesehatan ya, tapi karna aku nggak terbiasa yoga makanya waktu itu kakiku sampe pegel-pegel, hehehe.. untung aja ada Abang Roy yang berwajah sendu, jadi bikin segar pemandangan😀

  5. Pingback: My Selangor Story in Summary | dearmarintan's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s