Amazed by Thaipusam Celebration at Batu Caves

Standard

cover baru Thaipusam3

Pagi-pagi sekali, kira-kira jam 5.00 waktu Malaysia, kami sudah siap di lobi Arenaa Star Luxury Hotel. Semua barang pun sudah kami kemas dengan rapi dan dinaikkan ke bus yang akan kami kendarai. Berhubung semalam kami pulang larut, tak heran bila hampir semua blogger tertidur kembali di dalam bus.

T1

Kami baru terbangun lagi tak lama kemudian, saat bus berhenti di Restoran Al Bidayah. Meskipun masih mengantuk, kami harus turun untuk sarapan. Ini sangat penting, sebab kami akan melihat Thaipusam selama berjam-jam di bawah terpaan sinar matahari. Kami harus mengisi perut kalau tidak mau kelelahan atau pingsan akibat kelaparan.

Perjalanan pun dilanjutkan dan akhirnya kami pun sampai di Batu Caves. Pagi baru saja merekah, namun di sana sudah berkerumun ribuan orang dari berbagai tempat. Saya melihat ada banyak bus pariwisata di depan bus yang membawa kami. Ada yang dari daerah sekitar Malaysia, ada juga yang dari Singapura.

My Selangor Story 2013 bloggers siap mendaki Batu Caves :)

My Selangor Story 2013 bloggers siap mendaki Batu Caves🙂

Tidak mengherankan, sebab acara Thaipusam di Batu Caves ini sangat meriah dan setiap tahunnya bisa menyedot jutaan pengunjung. Diperkirakan ada dua juta manusia yang datang pada hari ketika kami berkunjung ke sana. Bahkan ada yang datang dari India segala lho!

Waaahhh, pantas saja sepanjang mata memandang, tak terhitung berapa banyaknya orang India. Saya sampai merasa bukan sedang berada di Malaysia, tapi di India, hehehe~

T3

T4

Thaipusam adalah sebuah perayaan umat Hindu India untuk mewujudkan rasa syukur mereka kepada Tuhan. Berdasarkan akar katanya, Thai berarti Bulan dan Pusam berarti bintang. Perayaan ini biasanya terjadi antara bulan Januari – Februari menurut penanggalan Tamil, ketika bintang berada di posisi paling puncaknya. Makanya setiap tahunnya perayaan Thaipusam berbeda-beda.

Tahun ini, Thaipusam jatuh pada 27 Januari 2013 dan kami semua bersyukur bisa melihat perayaan ini dalam rangkaian acara My Selangor Story 2013.

Banyaknya orang yang berlalu-lalang membuat Bang Safrie, tour guide kami, memutuskan untuk membagi rombongan My Selangor Story ke dalam beberapa kelompok. Saya sekelompok dengan Huda, Rika, dan Farah.

T5

T6

Kami sibuk mengambil banyak foto di pintu masuk Batu Caves. Saking serunya mengambil foto, kami tak sadar bahwa beberapa rombongan devotee masuk dalam waktu yang bersamaan.

Devotee adalah sebutan bagi mereka yang akan mempersembahkan ungkapan syukur kepada Dewa Murugan. Rasa syukur bisa disampaikan dengan berbagai macam cara, mulai dari memberikan susu hingga mempersembahkan tubuhnya yang penuh dengan tusukan berbagai benda tajam. Prosesi penusukan tubuh dengan benda tajam itu disebut dengan istilah Kavadi (Cavadee).

T10

T11

Aiihh, ngerinya! Apa nggak terasa sakit ya? Begitu pikir saya dalam hati. Bang Safri menjelaskan bahwa sebelum mereka melakukan ritual tusuk-menusuk badan tersebut, para devotee menjalankan ibadah puasa ketat selama sebulan lebih. Mereka pun hanya mengonsumsi makanan khusus selama berbuka puasa.

Itu sebabnya saat harinya tiba, mereka sama sekali tidak merasa sakit karena jiwa raga mereka sudah sepenuhnya menyatu dengan Tuhan. Para devotee percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan mereka merasakan kesakitan apabila mereka sungguh-sungguh melakukannya.

T20

Selain menusuk-nusuk tubuh, saya juga melihat beberapa orang pria dan wanita mencukur habis kepala mereka hingga botak. Ini juga merupakan bentuk persembahan mereka kepada Tuhan. Mereka bisa memilih cara yang mana saja sesuai dengan tujuan dan kesanggupan mereka melakukannya. Namun, persembahan tubuh tentu saja merupakan ungkapan syukur tertinggi di atas semuanya.

Ungkapan syukur ini biasanya dikarenakan oleh tiga alasan, yaitu meminta sesuatu sambil bernazar kepada Tuhan, bersyukur atas berkat yang sudah Tuhan berikan atau nazar yang sudah terpenuhi, dan sebagai bentuk ibadah bagi para umat Hindu India yang melakukannya dengan keikhlasan dan sepenuh hati.

T9

T7

T8

Di Batu Caves ada 272 anak tangga yang bisa didaki untuk mengikuti prosesi Thaipusam yang dilaksanakan oleh para devotee. Namun berhubung rombongan saya tidak kuat ke atas, maka saya pun tidak mendaki anak-anak tangga itu.

Ribuan pengunjung hendak mendaki 272 anak tangga di Batu Caves untuk prosesi Thaipusam

Ribuan pengunjung hendak mendaki 272 anak tangga di Batu Caves untuk prosesi Thaipusam

Ada rasa sedih juga karena saya tidak bisa naik ke atas. Kapan lagi saya bisa ke sini pas ada penyelenggaraan Thaipusam? Namun di satu sisi saya bersyukur juga tidak jadi naik ke atas. Sebab ternyata saking panasnya cuaca, sepatu moccasin saya yang terbuat dari bahan suede sampai melepuh saking panasnya. Daaannn… kedua sol sepatunya copot!

Bisa dibayangkan bila saya sudah terlanjur mendaki ke atas. Sudah pasti saya terpaksa menuruni anak-anak tangga tersebut tanpa alas kaki alias nyeker. Huhuhuhuhu~

Sisi lain dari tidak mendaki ke atas adalah saya bisa menjelajahi area di bawah dengan lebih leluasa. Entah bagaimana ceritanya, saya terpisah dari Rika dan Huda. Namun bersama Farah saya bergabung dengan blogger lainnya yang juga tidak mendaki, yaitu Beni, Hijrah, dan Bang Kasri.

Bersama Hijrah, blogger MSS 2013 dari Aceh, berfoto bersama dengan latar Dewa Murugan :D

Bersama Hijrah, blogger MSS 2013 dari Aceh, berfoto bersama dengan latar Dewa Murugan😀

Kami berkeliling dan melihat banyak sekali kios yang menjual pernak-pernik khas India dan agama Hindu. Mulai dari patung-patung dan lukisan dewa, gantungan kunci hingga frame foto bermotif gajah, sampai stan untuk melukis mehindi di tangan. Wahh, seperti pasar malam saking ramainya.

Saya pun sempat melihat patung Hanoman yang besar dan berdiri gagah di dekat sebuah kios t-shirt. Hanoman kelihatan keren sekali dengan Rama dan Sinta yang ada di dalam hatinya. Tentu saja saya tak menyia-nyiakan kesempatan untuk memotretnya sebagai kenang-kenangan.

Setelah beberapa lama berjalan, saya, Hijrah, dan Beni menemukan sebuah stan ramalan. Di situ, seorang wanita India menghampiri kami dan membujuk untuk mengambil sebuah ramalan. Mendengar kata ramalan, saya sedikit takut tapi juga penasaran. Akhirnya saya pun mengambil sebuah kertas ramalan.

Di kertas yang saya ambil tertulis, “You have the hearts to bring benefits to others”. Kata-kata yang baik walaupun bukan sepenuhnya ramalan.

T21

T22

Hijrah dan Beni juga diramal. Lalu kami mendapat penjelasan yang sangaaaaatt panjang tentang kertas ramalan yang kami ambil itu. Waktu berjalan sangat lama saat wanita itu berbicara. Saya mulai haus, Hijrah mulai nggak konsen, sementara Beni mulai bosan.

Untunglah Beni berhasil menginterupsi obrolan wanita itu dan kami pun kembali ke tempat di mana para blogger diminta untuk berkumpul bersama sebelum pulang dari Batu Caves.

Meskipun cuaca panas membuat saya kehausan, saya sama sekali nggak merasa lelah karena senangnya bisa melihat perayaan Thaipusam. Ini mungkin ritual keagaam terbesar yang pernah saya lihat seumur hidup saya dan akan terus saya kenang. Semoga saja saya bisa berkunjung ke Batu Caves lagi dan kali berikutnya, saya harus bisa mendaki sampai ke atas!

Travel Tips:
– Pakailah sandal yang nyaman dan pastikan solnya empuk. Jangan pakai sepatu cantik atau high heels karena kaki akan pegal dan bisa jadi sol sepatunya copot saking panasnya sengatan sinar matahari.

– Bawalah tissue basah untuk mengelap keringat dan sebotol air minum untuk menghilangkan dahaga.

– Bawa barang secukupnya, bila memang tujuan utamanya adalah berburu foto dan video, maka cukup bawa satu kamera saja. Jangan bawa dompet, bawa saja uang secukupnya. Harus ekstra waspada karena ada sangat banyak orang berkerumun dan bukan nggak mungkin ada pencopet yang menyusup di antaranya.

– Jangan terpisah dari rombongan. Bagi rombongan menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang ingin mendaki ke atas dan kelompok yang ingin berkeliling di bawah. Tandai titik pertemuan yang sudah disepakati. Ini untuk menghindari kemungkinan hilangnya anggota rombongan.

*Note:
1. Petualangan saya di Selangor seru, kan? Baca juga cerita-cerita hari ke-dua sebelumnya:

“Exploring the Heritage of Klang”

“Visiting the Magnificent Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz”

“Big Surprise in Little India”

“A Splash of Fun in Sunway Lagoon”

“Enjoying the Night in KL”

– Cerita perdana saya di My Selangor Story 2013 bisa dibaca di postingan blog berjudul “Dreams Come True in Selangor”

6 responses »

  1. Pingback: Welcome to Heaven on Earth! « dearmarintan's blog

  2. Pingback: From Yoga to Feeding Silverleaf Monkeys « dearmarintan's blog

  3. Pingback: Good Food Brings Good Mood « dearmarintan's blog

  4. Pingback: Watching Fireflies in Kampung Kuantan « dearmarintan's blog

  5. Pingback: My Selangor Story in Summary | dearmarintan's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s