Big Surprise in Little India

Standard

cover_lilindia

Petualangan saya di hari ke-dua My Selangor Story tidak berhenti di Klang Heritage Tour saja. Usai berkeliling di kota tua itu dan mengunjungi Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz, semua blogger diajak untuk makan siang. Hmm, kalau berurusan dengan acara makan-makan, saya paling suka! Setelah sebelumnya kami dimanjakan oleh mewahnya makanan di Premiere Hotel, ke mana ya acara makan bersama kali ini?

Archana Curry House menyambut kami dengan ramah. Wangi masakan khas India yang tercium saat memasuki restoran itu membuat saya semakin tak sabar ingin segera makan. Kami disambut oleh sang pemilik restoran dan mendapat suguhan menu istimewa, yaitu Nasi Daun Pisang!

Ind2

On my plate for lunch. Yummm :9

On my plate for lunch. Yummm :9

Sesuai namanya, nasinya memang diletakkan di atas daun pisang. Namun secara keseluruhan, menu ini disajikan di sebuah piring besar lengkap dengan beragam lauk-pauk menggiurkan sebagai teman makan. Blogger MSS 2013, Devi, yang memang berdarah India pun menerangkan beberapa nama kuah kari kepada saya. Macam-macam jenis karinya, sulit mengingatnya satu per satu, tapi rasanya tergambar dengan jelas di lidah saya. Yummmmy!

Ada kejadian tak terduga saat kami sedang asik menikmati nasi daun pisang di restoran itu. Ternyata ada dua orang pria pengusaha sari dan aksesoris India sedang berada di ruang makan yang sama dengan kami. Keduanya tampak keheranan melihat banyaknya rombongan yang datang dan disambut dengan istimewa oleh pemilik restoran.

Saat diterangkan bahwa kami adalah blogger yang diundang untuk mempromosikan pariwisata Selangor, salah satu di antara mereka berceloteh, “Kalau begitu bolehlah datang ke tempat saya, ikut promosi juga.”

Tempat yang dimaksudnya ternyata adalah Toko Sari Gayathiri dan Toko Aksesoris Madura yang terkenal sebagai toko penjual pakaian dan perhiasan India. Kunjungan ini di luar itinerary perjalanan kami hari itu. Namun, siapa bisa menolak undangan untuk memotret ribuan kain sari cantik dan aksesoris menawan yang dipajang di kedua toko tersebut? Apalagi, masing-masing blogger juga mendapatkan sebuah stiker mehindi gratis dari sang pemilik toko! Asiiikkk!

Ind3

Ind4

Di Toko Sari Gayathiri, kami melihat beragam jenis dan warna sari yang cantik. Dari percakapan dengan staf di toko itu, saya mengetahui bahwa harga sari biasa yang paling murah di sana adalah RM 30 (sekitar Rp 99.000) sementara sari yang paling mahal adalah jenis yang biasa dipakai untuk pernikahan. Harga sari pernikahan termahal di sini adalah RM 5.000 (sekitar Rp 16.500.000).

Ind5

Ind6

Sari pernikahan adalah sari yang memiliki banyak manik-manik atau batu perhiasan di atas permukaannya. Makin banyak hiasannya, makin mahal harganya. Makin bangga pula wanita yang mengenakan sari tersebut, sebab semua mata pasti memandang ke arahnya.

Farah, blogger Malaysia, dan Ericka, blogger Indonesia, menjadi dua orang beruntung yang terpilih sebagai model peraga. Staf toko menunjukkan kepada kami cara melilitkan sari di tubuh kedua blogger yang hobi traveling itu. Langsung saja kami sibuk membidikkan kamera ke arah mereka berdua. Klik, klik, klik! Farah dan Ericka pun terlihat seperti artis Bollywood terkenal yang foto-fotonya diabadikan oleh para fotografer dunia hiburan.

Staf Toko Sari Gayathiri memakaikan sari ke tubuh Farah :)

Staf Toko Sari Gayathiri memakaikan sari ke tubuh Farah🙂

From Surabaya with love. Ericka siap menjadi bintang film Bollywood berikutnya! :D

From Surabaya with love. Ericka siap menjadi bintang film Bollywood berikutnya!😀

Selain melihat cara pemakaian sari secara langsung, masing-masing blogger mendapatkan sebuah sari cantik untuk dibawa pulang. Waahh, senangnya bukan main! Blogger-blogger wanita kebanyakan langsung membandingkan warna dan motif sari yang mereka dapatkan. Sementara blogger-blogger pria sibuk berpikir mau menghadiahkan sari itu kepada siapa?

Saya sempat bercanda dengan dua blogger MSS 2013, Bang Rusli dan Kus Andi. Mereka saya tantang untuk memakai kain sari masing-masing saat kami akan melihat Thaipusam besok. Keduanya jelas menolak! Hahahaha~ Meskipun begitu, saya sering tertawa sendiri membayangkan Bang Rusli yang jangkung atau Kus yang imut-imut memakai sari dan menaiki ratusan anak tangga di Batu Caves. Would be really hilarious if it could happen!

Ind9

Blogger MSS 2013, Husni, berpose kegirangan karena mendapat sari gratis😀

Travel Tips:

– Nasi Daun Pisang merupakan hidangan yang halal, jadi nggak perlu takut menyantapnya. Kalau masih ragu, bisa bertanya langsung kepada staf Archana Curry House, mereka akan menerangkannya dengan senang hati.

– Kalau mau makan di Archana Curry House, sebaiknya datang minimal setengah jam sebelum waktu makan siang karena restoran ini pasti penuh. Bisa juga memesan meja sesuai dengan kapasitas yang diperlukan. Meski begitu, pastikan datang lebih awal agar lebih dulu dilayani.

– Rata-rata sari di Gayathiri ada label harganya. Namun jangan ragu untuk bicara langsung dengan sang pemilik toko bila memang dia ada di toko saat kamu berkunjung. Kalau kamu blogger dari Indonesia dan membaca tentang sari yang mereka jual dari blog My Selangor Story 2013, mungkin saja kamu dapat diskon spesial, hehehe~

– Sari yang dijual di pinggiran jalan memang jauh lebih murah daripada yang dijual di toko. Namun kualitasnya tidak begitu baik. Bila ingin menghadiahkan sari kepada teman atau keluarga, sebaiknya beli yang di toko karena bahan dan kualitasnya jauh lebih baik.

– Ada banyak aksesoris yang dijual di sepanjang jalan, pintar-pintarlah menawar. Namun, bila tidak berniat untuk membeli, sebaiknya jangan menawar kalau tidak ingin ditegur oleh penjualnya.

*Note:
1. Setelah mendapat sari dan mehindi gratis serta mencicipi masakan India saat makan siang, tiba saatnya kami melepas lelah dengan bermain air. Ke mana lagi tujuannya kalau bukan ke Sunway Lagoon! Baca ceritanya di postingan blog berikutnya! Stay tuned🙂

2. Baca juga cerita hari ke-dua sebelumnya, “Visiting the Magnificent Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz” dan “Exploring the Heritage of Klang”

3. Cerita hari pertama My Selangor Story 2013 dapat dibaca di postingan blog berjudul “Dreams Come True in Selangor”

14 responses »

  1. Pingback: A Splash of Fun in Sunway Lagoon « dearmarintan's blog

  2. Pingback: Amazed by Thaipusam Celebration at Batu Caves « dearmarintan's blog

  3. Pingback: Enjoying the Night in KL « dearmarintan's blog

  4. Pingback: Welcome to Heaven on Earth! « dearmarintan's blog

  5. Pingback: From Yoga to Feeding Silverleaf Monkeys « dearmarintan's blog

  6. Pingback: Good Food Brings Good Mood « dearmarintan's blog

  7. Pingback: Watching Fireflies in Kampung Kuantan « dearmarintan's blog

  8. Pingback: My Selangor Story in Summary | dearmarintan's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s