Exploring the Heritage of Klang

Standard
cover

Para blogger MSS 2013 siap menjelajah kota tua Klang!
atas (kiri – kanan): Beni dan Husni, bawah (kiri – kanan): Helga dan Huda.

Setiap negara pasti punya kota tua. Kawasan yang memiliki banyak bangunan tua atau bersejarah. Begitu pula dengan Malaysia. Di hari ke-dua petualangan My Selangor Story 2013, para blogger diajak mengunjungi kota tua di Klang, Selangor.

Apa saja bangunan tua yang kami lihat di sana? Ada banyak dan semuanya tidak saya sangka-sangka sebelumnya. Biasanya di kota tua, yang banyak terlihat adalah bekas gedung administratif pemerintahan atau bank-bank di masa lampau yang beralih fungsi menjadi museum atau bahkan restoran. Hal seperti ini umum saya jumpai di Kota Tua Jakarta. Namun di Klang, lain lagi ceritanya.


schedule

Di Klang, bangunan tua pertama yang kami kunjungi adalah Stesen Keretapi Klang. Tempat ini berdiri sejak tahun 1890-an dan di masa awal pendiriannya sangat diandalkan karena di masa itu lalu lintas ekspor dan impor dari dan menuju pelabuhan Klang cukup ramai.

Hingga kini stesen keretapi (stasiun kereta api) tersebut masih berfungsi dengan baik. Saat kami berkunjung ke sana ada banyak orang yang berlalu-lalang membeli tiket atau sekedar duduk menunggu.

stesen

Saat berkeliling untuk melihat-lihat, saya mendapati bahwa Stesen Keretapi Klang sangat bersih. Nggak ada secuil pun sampah berserakan baik di lantai atau di bebatuan dekat rel perlintasan kereta. Mungkin karena di sana ada banyak tempat sampah dan kebersihan lingkungan dijaga dengan sangat baik. Melihat kebersihan ini, saya jadi iri. Teringat akan stasiun kereta api di Senen atau Manggarai yang kurang bersih dan kerap saya jumpai punting rokok dibuang sembarangan.

Puas melihat-lihat Stesen Keretapi Klang, kami harus beranjak ke tempat berikutnya, yaitu Klang Fire Station. Sebelum pergi, kami sempat berfoto dengan bapak kepala stasiun yang mengenakan baju biru cerah. Sebagian dari para blogger My Selangor Story pun menyempatkan diri berfoto dengan calon penumpang yang sedang duduk menunggu kereta.

kepala stesen

Blogger MSS 2013, Syauqie, senang bisa bertemu saudara jauh di Stesen Keretapi Klang :D

Blogger MSS 2013, Syauqie, senang bisa bertemu saudara jauh di Stesen Keretapi Klang😀

Lucu sekali. Hal ini tentunya nggak akan bisa kami lakukan bila sedang berada di stasiun kereta api di Jakarta. Bisa-bisa kami dipandang dengan tatapan aneh dan dianggap gila, hehehe~

Klang Fire Station (Balai Bomba dan Penyelamat Kota Raja) menjadi tempat kedua yang kami kunjungi.

firestation

Bangunan yang letaknya di persimpangan antara Jalan Tengku Diaudin dan Jalan Tengku Kelana ini ternyata sama tuanya dengan Stesen Keretapi Klang dan sudah berdiri sejak tahun 1890-an. Berbeda dengan kebanyakan bangunan tua di Kota Tua Jakarta yang sudah beralih fungsi dari pendiriannya semula, gedung bergaya era Victoria ini masih berfungsi sebagai balai bomba (kantor pemadam kebakaran).

uniform

car

bergaya

Nggak bisa mengendarai sepeda motor, tapi kalau bergaya pasti bisa dong. Itulah saya😀

Blogger MSS 2013, Devi, Rika, dan Kus bersantai sejenak :)

Blogger MSS 2013, Devi, Rika, dan Kus bersantai sejenak🙂

Tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Gedung Raja Abdullah. Tempat ini bahkan lebih tua lagi usianya daripada Stesen Keretapi Klang dan Klang Fire Station karena berdiri sejak 1856.

rajaabdullah

Semasa Perang Saudara di Selangor pada 1866 silam, tempat ini pernah menjadi kubu pertahanan Raja Mahadi! Waahh, keren banget! Sayang sekali kami nggak bisa masuk ke sana karena pada waktu berkunjung Gedung Raja Abdullah ini sedang tutup. Ini pasti pertanda! Pertanda bahwa kami akan berkunjung lagi ke Selangor, supaya bisa mengunjungi tempat ini, hahahaha~

Dari Gedung Raja Abdullah, kami menuju Kuil Sri Nagara Thendayuthapani. Letaknya nggak jauh dari balai bomba Klang dan petunjuk lokasinya pun tertulis di plat balai bomba.

sri nagara

flowers

door

Kuil yang terletak di antara Jalan Dato Hamzah dan Jalan Bukit Jawa ini merupakan kuil Hindu tertua di Klang. Sejak dahulu para imigran India yang datang ke Klang beribadah di sini. Makanya kuil ini tampak terawat dengan baik karena bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga merupakan warisan sejarah dan budaya yang penting bagi Klang.

Selain kuil Hindu itu, kami juga melihat beberapa tempat ibadah lainnya di Klang. Ada Church Our Lady of Lourdes, Masjid India Muslim Klang, dan Rumah Berhala Kwan Im Klang. Meskipun kami tak terlalu lama mengunjungi ketiga tempat ibadah ini, ada hal yang sangat berkesan.

prayers

Kerukunan umat beragama sangat dijaga di Malaysia. Ini terlihat dari dekatnya jarak antara satu tempat ibadah ke tempat ibadah yang lainnya. Mirip dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta yang letaknya berdampingan. Memang indah ya kalau perbedaan bukannya menjadi pemisah, namun saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari.

Travel Tips:
– Bila menyusuri kota tua Klang, bawalah sebotol air minum. Cuaca yang panas dan banyaknya tempat yang dikunjungi dengan berjalan kaki membuat kita cepat haus. Sebatang cokelat atau sebungkus roti cukup membantu untuk mengganjal perut saat lapar.

– Bawa handuk kecil atau saputangan atau tissue basah untuk menyeka keringat yang bercucuran. Bagi yang tidak kuat terkena silaunya sinar matahari, bisa juga membawa sunglasses.

– Jangan takut belang dan usahakan tidak memakai body lotion kalau tidak mau tubuh menjadi lengket akibat lotion bercampur keringat.

– Pakai sandal yang nyaman karena nyaris semua tempat di kota tua dilalui dengan berjalan kaki.

*Note:
1. Perjalanan saya bersama para blogger My Selangor Story 2013 di hari ke-dua masih berlanjut. Tunggu sambungan ceritanya di blog ini ya😀

2. Baca juga cerita sebelumnya, “Dreams Come True in Selangor”. Terima kasih😀

26 responses »

  1. Stasiun kereta di Jabodetabek sekarang sedang berbenah, lho. Semakin rapi dan tentu saja bersih. Hanya sayangnya , masih banyak penumpang yang merokok sembarangan. Belum taat aturan, padahal lokasi merokok sudah ditentukan. Tapi tempat sampah di Stesen Keretaapi Klang lebih besar😀

    Pssst… di Stasiun Tugu, Yogya, kepala/wakil kepala stasiunnya cakep, lho *nggaknyambung*

    Kalau naik Honda seri itu saya berani, lho, karena lebih pendek dudukannya.

    Dulu saya tidak tertarik tuh mengunjungi rumah peribadatan. Mungkin karena banyak hal yang lebih menarik ya, misalnya cowok cakep :p

    • @p49it: hmm, selain Gambir, aku belum liat stasiun kereta api yang bersih dan teratur, say.. tar deh coba aku cek sambil jalan-jalan ke stasiun lagi hehehe~

      Ohyaaa, kepala / wakil kepala stasiun Tugu ganteng?? udah pake cincin di jari manis belom dia? *makin ga nyambung, hahaha*

  2. whoooww.. kalo disana bukan cuma dijaga kebersihannya, tapi memang orang-orangnya aware sama lingkungan.. suka sedihh kalo ingat ini ya.. negeri kita kapan sadar buang sampah di tempatnya, bukan di sungai hehhehe… coool story nih Intan!

  3. Pingback: Visiting the Magnificent Galeri Diraja Sultan Abdul Aziz « dearmarintan's blog

  4. itu foto akunya kejauhan tan.
    btw kalo stasiun di malaysia emang terkenal kebersihannya
    jangan dibandingin dengan yang di indonesia dulu deh
    masih kalah kayanya :p

  5. Pingback: Big Surprise in Little India « dearmarintan's blog

  6. Pingback: A Splash of Fun in Sunway Lagoon « dearmarintan's blog

  7. Pingback: Amazed by Thaipusam Celebration at Batu Caves « dearmarintan's blog

  8. Pingback: Enjoying the Night in KL « dearmarintan's blog

  9. Pingback: Welcome to Heaven on Earth! « dearmarintan's blog

  10. Pingback: From Yoga to Feeding Silverleaf Monkeys « dearmarintan's blog

  11. Pingback: Good Food Brings Good Mood « dearmarintan's blog

  12. Pingback: Watching Fireflies in Kampung Kuantan « dearmarintan's blog

  13. Wah asik banget jalan2nya. Bulan depan mau ke Msia juga tapi sama anak2, jadi ya carinya yg banyak amusement. Tp sebenarnya aku tipe slow traveler, suka berhenti di tempat2 umum, lihat2, ngobrol. Ke obyek wisata nggak terlalu suka.

  14. ga kuat lihat motor merahnya…………..pingin ngakakkkkkkkkkkk …………………..hahahah…………………..memang di malaysia motor seperti ini masih banyak di produksi ya…………hehehe………..

  15. Pingback: My Selangor Story in Summary | dearmarintan's blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s