Bila Saya Menjadi Ketua KPK

Standard

Gedung KPK (sumber foto: Tempo / Gunawan Wicaksono)

Seandainya saya menjadi Ketua KPK, media sosial KPK akan lebih dioptimalkan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan dan pemberantasan korupsi. Akun Facebook dan Twitter resmi KPK akan dikelola secara lebih interaktif untuk mengundang opini publik, misalnya tentang penarikan penyidik KPK yang dilakukan oleh Polri baru-baru ini. Selain itu, berbagai video yang informatif akan diunggah ke Youtube seperti konferensi pers, sidang tipikor, dan diskusi tentang pemberantasan korupsi.

Saya juga akan merekrut para pemuda berusia 18-30 tahun menjadi relawan KPK. Tenaga dan kreativitas mereka bisa menunjang kegiatan untuk publik seperti diskusi dan acara komunitas. Ini memudahkan KPK melaksanakan kegiatannya, pemuda pun mendapatkan pengetahuan dan pengalaman berharga tentang pemberantasan korupsi.

Rekrutmen ini dimungkinkan pasal 8 UU Nomor 63 tahun 2005 tentang Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia KPK. Sebab relawan adalah pegawai tidak tetap dan tidak menduduki jabatan struktural dalam Komisi.

Saya pun akan merekrut penyidik independen untuk mencegah hambatan dari kepolisian atau kejaksaan saat ada kasus yang rawan konflik kepentingan. Pengamat hukum FHUI Gandjar Laksmana B. dalam kolomnya di Majalah Tempo edisi 8 – 14 Oktober 2012 menjelaskan UU KPK Nomor 30 tahun 2002 tidak secara tegas mengatakan bahwa penyidik KPK harus berasal dari kedua instansi hukum tersebut, sehingga rekrutmen ini dimungkinkan.

Itulah yang akan saya lakukan seandainya menjadi Ketua KPK. Kalau kamu?

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s