Media dan Pengaruhnya dalam Pemberitaan Sukhoi

Standard

Pesawat Sukhoi (sumber: AP, diambil dari VOA Indonesia)

Berita kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang terjadi pada 9 Mei 2012 lalu menjadi headline di berbagai media di seluruh Indonesia. Semua orang terkejut saat mengetahui joy flight yang diadakan tersebut berubah menjadi kabar duka cita. Tak heran bila hampir setiap jam bahkan mungkin dalam hitungan menitnya, media elektronik dan media online berusaha untuk selalu memberitakan perkembangan terbaru tentang kecelakaan itu.

Tingginya keingintahuan masyarakat dan kecemasan keluarga, sahabat, dan kolega dari para penumpang pesawat buatan Rusia itu menjadi pemicu cepatnya awak media bergerak untuk mengabarkan nasib mereka.

Sayangnya, beberapa media kurang berhati-hati dalam mengabarkan berita tentang Sukhoi. Di saat Basarnas yang terjun langsung ke lapangan belum memberikan kabar pasti atau konfirmasi mengenai proses evakuasi korban, beberapa media malah berlomba menurunkan berita yang rawan mispersepsi.

Sebuah media online ternama bahkan mempublikasikan berita dan gambar tentang badan pesawat korban kecelakaan yang diduga sebagai pesawat Sukhoi Super Jet 100. Tak lama kemudian, berita itu pun diralat secara halus bahwa gambar tersebut bukanlah pesawat naas yang melintasi Gunung Salak, Bogor.

Entah karena segala sesuatu yang bertajuk nama pesawat itu meningkatkan jumlah pembaca atau penonton, sejumlah media malah terkesan memperkeruh suasana.

Hal ini pun tergambar dalam artikel bertajuk Basarnas: Terlalu Banyak Spekulasi Terkait Evakuasi Sukhoi yang dirilis VOA Indonesia pada 14 Mei 2012.

Dalam berita tersebut, VOA Indonesia menjelaskan bahwa Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan adanya komentar-komentar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan terkait proses evakuasi Sukhoi. Ia juga mengklarifikasi bahwa berita yang beredar di masyarakat mengenai penemuan kotak hitam (black box) pesawat itu tidak benar. Daryatmo menjelaskan bahwa pencarian kotak hitam tidak mudah karena medan evakuasi yang sulit ditaklukan.

“Sangat menyulitkan kami untuk mencari barang-barang tersebut, tetapi saya masih memiliki suatu keyakinan selama kita telaten kemudian kita terus menerus untuk mencari barang tersebut, Insya Allah Tuhan akan memberi jalan,” ujar Daryatmo, seperti yang dikutip dari website VOA Indonesia.

Tim SAR Temukan Kotak Hitam Pesawat Sukhoi
(sumber: AP, diambil dari VOA Indonesia)

Beruntung Tim SAR tak lama kemudian menemukan kotak hitam Sukhoi. Kabar ini saya ketahui dari artikel VOA Indonesia berjudul Tim SAR Temukan Kotak Hitam Pesawat Sukhoi yang dimuat pada 15 Mei 2012, hanya sehari setelah Daryatmo mengatakan bahwa kotak hitam masih dalam pencarian.

Anything which threatens people’s peace, prosperity and well being is news and likely to make headlines. (Hetherington, 1985)

Media memiliki kekuatan sekaligus pengaruh yang sangat besar dalam menyebarluaskan berita. Sayangnya, masih banyak media yang menganut prinsip “Bad news is good news”, sehingga tidak heran bila kebanyakan berita tentang kecelakaan Sukhoi kental dengan nuansa suram dan mencekam.

Peristiwa kecelakaan tersebut sudah membuat banyak orang merasa terkejut dan sedih, terlebih keluarga dan kerabat korban. Namun,di tengah kesedihan yang mendalam, mereka tidak luput menjadi objek pemberitaan. Berbagai sisi duka cita pun digali, mulai dari firasat keluarga yang ditinggalkan sebelum korban terbang hingga kisah tragis tentang Sukhoi yang menjadi pesawat pertama sekaligus terakhir yang ditumpangi oleh seorang jurnalis televisi.

Tak hanya kehidupan para korban maupun keluarga yang berduka saja yang diangkat. Ada pula media yang dengan kreatifnya membuat simulasi kecelakaan Sukhoi dan perkiraan kronologi terjadinya bencana. Akibat ramainya berita yang bersifat spekulatif, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) pun sampai memperingatkan awak media agar lebih objektif memberitakan kecelakaan tersebut dalam rilisan persnya.

“Mereka yang sedang berduka adalah bagian dari publik yang memiliki hak untuk mendapatkan informasi secara proporsional, tidak semata sebagai objek berita,” kata Ketua Umum AJI Indonesia Eko Maryadi dalam siaran persnya yang dipublikasi oleh Kantor Berita Antara.

Website VOA Indonesia memang tidak secepat media online lain dalam mempublikasikan berita-berita tentang kecelakaan Sukhoi. Namun ini menjadi hal yang positif, sebab VOA Indonesia tidak mengejar kecepatan atau page view seperti yang lazim dilakukan oleh kebanyakan media online mainstream. Yang diutamakan adalah konfirmasi dan ketepatan informasi dari pihak-pihak pertama yang terlibat langsung dalam proses evakuasi. Ini penting dalam pemberitaan sebab masyarakat membutuhkan kepastian bukan malah terombang-ambing dalam arus berita yang simpang siur.

Meski begitu, berita tentang penemuan kotak hitam tersebut menjadi artikel terakhir yang dimuat VOA Indonesia terkait perkembangan evakuasi Sukhoi. Tulisan ini saya buat pada 22 Mei 2012, sementara Basarnas telah mengumumkan bahwa pencarian atas korban Sukhoi resmi dihentikan pada 18 Mei 2012 lalu. Saya sudah mengklik semua berita di website VOA Indonesia dengan sejumlah kata kunci yang berkaitan dengan kecelakaan Sukhoi, tapi belum menemukan berita yang lebih baru dari artikel terakhir bertanggal 15 Mei 2012 tersebut. Link-link berita yang muncul di kolom Berita Terkait di sebelah kiri halaman website VOA Indonesia pun sudah saya klik dan hasilnya tetap sama.

Hingga kini berita bertajuk Tim SAR Temukan Kotak Hitam Pesawat Sukhoi masih menjadi artikel Paling Banyak Dibaca yang berada di urutan ke-tiga. Semoga VOA Indonesia segera melansir berita terbaru mengenai perkembangan evakuasi Sukhoi agar pembaca setianya bisa mendapat kejelasan mengenai peristiwa penting ini.

Sumber (klik pada judul)
1. Basarnas: Terlalu Banyak Spekulasi Terkait Evakuasi Sukhoi dimuat di VOA Indonesia

2. Tim SAR Temukan Kotak Hitam Pesawat Sukhoi dimuat di VOA Indonesia

3. AJI Ingatkan Etika Peliputan Korban Sukhoi dimuat di Antara News

4. Kutipan dari Alastair Hetherington via Wikipedia (News, Newspapers and Television. London, 1985: Macmillan, p.40)

5. [PDF] Slanted Newspaper Coverage of Immigration: The Importance of Economics and Geography by Regina P. Branton & Johana Dunaway page 3

2 responses »

  1. Pingback: Media dan Pengaruhnya dalam Pemberitaan Sukhoi « Kontes Ngeblog VOA

  2. Dear dearmarintan.wordpress.com

    Sore,

    Kami dari Humas Merdeka.com bermaksud menawarkan content yang sesuai dengan tipikal blog Anda yang bisa digunakan secara gratis. Content ini sangat mudah aplikasinya dan sangat membantu Anda dalam Reblogging.
    Jika Anda berminat, silahkan kunjungi http://content.merdeka.com/ dan dapatkan contentnya.

    Terima kasih atensinya, kami menunggu kabar baik dari Anda.

    Salam,

    Humas Merdeka.com
    Selvie Chummairoch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s