Kebelet Pipis Bikin Kreatif

Standard

Aplikasi HogeNood (sumber: dailymail.co.uk)

Apa yang ada dalam pikiran Anda bila sedang kebelet pipis? Tentu ingin buru-buru mencari toilet terdekat bukan? Perasaan lega pun muncul setelah hajat kecil itu selesai ditunaikan. Namun urusannya tidak berhenti sampai di situ bagi para mahasiswa dari VU University Amsterdam yang menjadikan kebelet pipis sebagai sumber inspirasi mereka.

Mereka menciptakan aplikasi smartphone bernama HogeNood ( dalam Bahasa Inggris desperate need, Bahasa Indonesianya kira-kira kebelet pipis😀 ). Aplikasi tersebut dilombakan dalam kompetisi “Apps voor Nederland” [1] yang diadakan tiap tahunnya oleh pemerintah Belanda.

“To think creatively, we must be able to look afresh at what we normally take for granted.” — George Kneller

Mungkin banyak orang yang tidak habis pikir atau bingung, kenapa tiga mahasiswa program master jurusan Pengembangan E-business [2] tersebut menciptakan HogeNood dan melombakannya. Mungkin juga banyak orang yang bertanya-tanya, apakah sesulit itu mencari toilet di Amsterdam?

Jawabannya ternyata, ya [3].

Mencari toilet umum yang bersih dan nyaman digunakan di Amsterdam ternyata cukup sulit, sampai-sampai seorang wanita dari Amerika Serikat mengungkapkan hal tersebut dalam blognya [4]. Bukannya tidak ada toilet umum di sana. Ada banyak sekali urinoir (toilet berdiri) [5] yang bisa ditemui di Amsterdam. Namun, lokasi urinoir yang ajaib, misalnya di dekat parkiran sebuah gedung atau fasilitas publik tentu menimbulkan perasaan kurang nyaman. Bayangkan bagaimana jadinya bila wanita yang kebelet? Sangat tidak mungkin bila harus menyingkap rok dan pipis berdiri di tengah keramaian.

Sebuah urinoir di Amsterdam. Berani coba pipis di sini?🙂
(sumber: http://toilet-guru.com/netherlands.php)

Dengan HogeNood, pengakses aplikasi tersebut bisa mencari tahu toilet atau kamar mandi terdekat dari tempatnya berada. Toilet pun dibedakan menjadi dua jenis, yaitu toilet publik dan toilet semi-publik, misalnya toilet yang ada di sebuah toko atau gedung perkantoran.

Tidak heran bila aplikasi ini kemudian sangat diminati oleh banyak orang di Belanda, terutama bagi mereka yang hobi minum, para wanita, dan orang tua yang bepergian bersama anak kecil.

Berkat kegunaannya dan kreativitas para penciptanya, HogeNood menjadi juara dengan vote terbanyak dari masyarakat (Publieksprijs) [6]. Aplikasi ini pun berhasil menarik perhatian banyak media massa, baik dari dalam maupun luar Belanda karena dinilai sangat kreatif dalam memanfaatkan data-data yang disediakan oleh Pemerintah Belanda sebagai penyelenggara kontes “Apps voor Nederland 2012”.

Saat pertama kali diluncurkan, HogeNood muncul dalam versi Beta dan hanya dapat diakses oleh pengguna iPhone dan iPad yang berdomisili di Belanda. Namun, mengingat banyaknya turis yang datang ke negeri tulip itu setiap tahunnya, banyak yang berharap agar aplikasi pintar itu bisa dijumpai di Android Market sehingga bisa diakses oleh lebih banyak orang.

Saya berharap agar HogeNood bukan hanya muncul di ponsel Android saja, tapi juga bisa tampil dalam Bahasa Indonesia suatu hari nanti. Sebab, masalah klasik seperti pipis di sembarang tempat masih saja terjadi di Jakarta. Risih rasanya bila harus berjalan pulang melewati jalan umum yang berbau pesing menyengat.

Mungkin dengan adanya HogeNood yang bisa digunakan, setidaknya di Jakarta, banyak orang yang bisa bernafas lega tanpa harus repot-repot memasang peringatan bernada menyindir yang sering kita jumpai seperti, “Selain Anjing, Dilarang Kencing”. Semoga saja para mahasiswa penggiat aplikasi smartphone dan Pemda DKI Jakarta bisa bekerja sama untuk membuat aplikasi semacam HogeNood versi Indonesia😀

6 responses »

    • @Rurimadani12: iya, aku juga baru tau soal masalah kurangnya toilet umum yang bersih di Amsterdam ini pas lagi ikutan lomba Kompetiblog 2012.. tulisan ini bikin aku berhasil jadi juara 3 lomba blog tahunan ini, Ruri.. setiap tahunnya lomba yang diadain sama Neso Indonesia ini ngirim juara 1 & 2 untuk ikutan Summer School di Utrecht University, Belanda lho.. taun depan coba deh kamu ikutan, siapa tau bisa menang dan ke Belanda ya🙂

      • yaampun kakaaaak, kok nanggung banget juara 3 ? terus kakka dapet info ini darimana ? ngesearch di gugel gitu ?
        iya kak, InsyaAllah saya bakal ikuut😀

  1. Pertanyaanya kenapa cewek sah liat pria pipis di publik sementara sebaliknya dianggap pelecehan? cewek pipis pake rok lebar cukup menutupi sama seperti cowok pipis pake jeans…(napa harus dinormalkan hal gak adil gini?)
    dan di Indo cowok pipis gak ada malu-malunya di publik, tengah keramaian, bisa keliatan lagi ‘anunya’ sementara wanita 110% tertutup, saya muak laki gak tahu malu sama sekali! tolong jika anda punya anak laki ajarin tahu malu jugaya jangan pilih kasih

    dari: aktivis laki-laki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s