Tertidur Pulas…

Standard

Jam di tangan menunjukkan 20.50 WIB dan kupercepat langkah kakiku agar bisa mengejar bus berikutnya. Semua orang tampak sama, terburu-buru dan berjalan setengah berlari. Tak ada yang memperhatikan langkah mereka. Tak juga tiga manusia yang mengonggok di pinggiran jembatan halte busway yang dilalui.

Seorang ibu dan dua anaknya yang masih kecil tampak tertidur pulas, tak peduli dengan kemacetan di sekitar mereka. Tak peduli dengan derap langkah kaki yang bisa mengusik keberadaan mereka. Di tengah kemiskinan yang membelit, Tuhan memberikan mereka kenikmatan yang bahkan orang terkaya di dunia sekalipun sulit memilikinya.

Tidur yang nyenyak…

 

[Halte Busway Bendungan Hilir, Sabtu 19 Maret 2011]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s